Oleh : Dr. Anton Permana (Direktur Tanhana Dharma Mangruva Institute)
Sebagai lembaga inteligent, BAIS TNI adalah mata dan telinganya militer Indonesia. Tugasnya pun tidak hanya meliputi tupoksi TNI, tetapi juga keselamatan Presiden selaku Panglima Tertinggi serta Kedaulatan Negara.
Apalagi, sejak Pemerintahan Prabowo, BAIS TNI berada di garis terdepan, mengendus, memetakan, dan membongkar berbagai macam kejahatan terorganisir terhadap kedaulatan negara.
BAIS mengendus dan membongkar mulai dari permainan import Migas, kongkalingkong dunia pertambangan, Narkoba lintas negara, permainan penyeludupan barang-barang import bebas cukai, import ilegal alkohol, mafia kebun sawit dan mafia perhutanan. Hingga kontra upaya cipta kondisi rusuh sosial dari sekelompok agen-agen dan manusia bayaran, yang acap kali patah di tengah jalan
Artinya, kinerja BAIS TNI sebagai institusi senyap garis depan, sejatinya sangat luar biasa sudah mengcover dan mendukung program Presiden. Jelas saja kinerja BAIS ini tentu berbanding terbalik dengan kepentingan para predator, oligakhor, serta komprador busuk yang ingin merusak dan menghancurkan negara kita tercinta ini dari dalam.
Insiden penyiraman air keras terhadap aktifis kontras, diduga adalah bahagian skenario upaya serangan balik terhadap BAIS TNI, khususnya Kepala Badannya langsung yaitu Letjen TNI Yudhi Abrimantiyo. Karena BAIS dianggap sebagai portal penghalang dan ancaman serius bagi kelompok kepentingan tertentu.
Agaknya ini jelas operasi inteligent garis dalam internal institusi itu sendiri. Sebuah skenario yang sengaja dibuat, untuk kemudian dibongkar. Modus dan motifnya pun bisa berbagai macam, mulai dari perintah jebakan, iming-iming, maupun bayaran dengan kompensasi tertentu dari pihak di luar tubuh lembaga telik sandi TNI tersebut maupun dari dalam.
Intinya, BAIS TNI hanyalah target antara mereka. Sebelum menyasar sasaran utamanya. Apabila BAIS bisa dilumpuhkan, maka mata dan telinga TNI sebagai tulang punggung negara dalam pemerintahan Prabowo selama ini juga tentu akan lumpuh dan buta.
Targetnya bisa KABAIS dicopot, pertanda satu persatu punggawa dan pilar pilar kekuasaan pemerintahan Prabowo mulai dipreteli. Apalagi KABAIS saat ini, juga digadang-gadang salah satu calon terkuat untuk menjadi KASAD TNI maupun Kepala Badan Inteligent Negara alias BIN. Kalo ini terjadi tentu lebih berbahaya lagi bagi para predator, oligakhor, serta komprador busuk yang ingin merusak negara.
Sempurna sudah skenario, serta framming opini yang dibentuk untuk menumbangkan komandan inteligent strategis TNI dari korps Komando baret merah Koppasus ini.
Insiden air keras untuk menggalang opini dan desakan publik, isu pergantian KASAD, untuk memecah belah dan memutus jiwa korsa internal pimpinan TNI AD itu sendiri yang sedang berkompetisi satu sama lain. Ini jelas sudah fuer permainan inteligent tingkat tinggi yang rapi!
Lalu bagaimana dengan sikap Presiden Prabowo dan Kabais itu sendiri?
Sebagai sesama prajurit Komando, yang tentu juga paham ilmu sandiyudha dan kontra inteligent, tentu akan lebih paham bagaimana dan tahu siapa yang bermain di balik itu semua. Siapa yang bermain api dengan skenario ini.
Sebagai catatan khusus, ketika dicecar oleh Najwa Shihab terkait bagaimana sikap seorang Prabowo terhadap insiden penyiraman air keras ini, dengan santai Presiden Prabowo menjawab.
“Najwa kami bukan anak kecil… Saya sudah perintahkan untuk usut tuntas kejadian ini, sampai ke siapa yang menjadi aktor utamanya. Tapi saya minta semua masyarakat juga harus fair, kalau ternyata yang menjadi aktor utamanya ternyata bukan dari pihak pemerintah, bisa saja mereka dibayar..,” tegas Prabowo.
Beginilah aturan main di negara yang kita cintai ini. Sekelompok penjahat dengan keahlian dan kepiawaiannya bisa disulap menjadi kelompok malaikat.
Namun, terbalik kondisinya bagi mereka yang idealis, patriotik, dan berkerja murni untuk kepentingan negara, cenderung akan menjadi korban fitnah dan rekayasa jahat politik dunia inteligent. Hhmmmm, wallahu’alamm.
Salam Indonesia Jaya!
