Diplomasi Budaya di Situs Warisan Peradaban
Konsep & Filosofi**
*Agora Nusantara* adalah platform diplomasi budaya kelas dunia yang menghidupkan situs-situs warisan peradaban Nusantara—seperti Borobudur, Prambanan, Sangiran, dan situs penting lainnya—menjadi *”ruang dialog peradaban”* kontemporer. Terinspirasi dari “agora” Yunani kuno sebagai pusat pertemuan, pertukaran, dan demokrasi, program ini mentransformasi warisan budaya dari sekadar monumen masa lalu menjadi *laboratorium hidup* untuk membahas masa depan kemanusiaan.
Kami percaya bahwa warisan budaya terhebat Nusantara harus menjadi *panggung aktif* yang mempertemukan:
– *Kearifan Tradisional* dengan *Inovasi Kontemporer*
– *Diplomasi Negara* dengan *Jaringan Masyarakat Sipil Global*
– *Pelestarian Budaya* dengan *Pembangunan Berkelanjutan*
Visi & Misi**
*Visi:*
“Menjadikan situs warisan dunia Nusantara sebagai episentrum dialog global untuk pemecahan masalah peradaban kontemporer.”
*Misi:*
1. *Menciptakan ruang pertemuan tingkat tinggi* yang mengintegrasikan dimensi budaya, politik, ekonomi, dan teknologi.
2. *Mengaktifkan warisan budaya* sebagai living laboratory untuk inovasi sosial dan ekologis.
3. *Membangun narasi alternatif* tentang kepemimpinan budaya Indonesia di panggung global.
4. *Merancang model baru diplomasi budaya* yang menghasilkan kerja sama konkret.
Format & Aktivitas Inti**
### *1. SUMMIT TINGKAT TINGGI: “ARCHIPELAGO LEADERS DIALOGUE”*
– Pertemuan tertutup 100 tokoh global (mantan kepala negara, CEO multinasional, pemimpin agama, ilmuwan ternama)
– Tema strategis: “Governance in the Age of Civilizational Transition”
– Format: Chatham House Rule, dipandu oleh moderator kelas dunia
– Output: “Borobudur Declaration” – dokumen bersama untuk agenda global
### *2. FESTIVAL PEMIKIRAN: “NUSANTARA IDEAS FESTIVAL”*
– 3 hari diskusi publik dengan 200+ pembicara internasional
– 5 pilar tema: *Ekologi & Spiritualitas, **Teknologi & Tradisi, **Ekonomi & Kearifan, **Pendidikan & Regenerasi, **Perdamaian & Keragaman*
– Format: TED-style talks, panel debat, workshop interaktif
– Partisipasi terbuka untuk 5.000 peserta terdaftar
### *3. LABORATORIUM INOVASI: “CULTURAL TECH HACKATHON”*
– Kompetisi 48 jam untuk 50 tim inovator global
– Tantangan: “How can heritage save our future?”
– Fokus solusi: preservasi digital, ekonomi kreatif berbasis warisan, pariwisata berkelanjutan
– Hadiah: seed funding, inkubasi, dan implementasi di situs warisan
### *4. GALERI PERADABAN: “LIVING HERITAGE EXHIBITION”*
– Instalasi seni kontemporer di dalam situs warisan
– Kolaborasi 20 seniman internasional dengan empu lokal
– Teknologi immersif: AR, VR, projection mapping pada candi
– Konsep: “When ancient stones speak to the future”
### *5. DIPLOMASI BISNIS: “CREATIVE ECONOMY FORUM”*
– B2B dan B2G meeting untuk investasi ekonomi kreatif
– Showcase 100 produk/konsep berbasis warisan budaya
– Matching fund antara investor dengan pelaku budaya
– Launching “Nusantara Heritage Impact Fund”
### *6. PROGRAM PUBLIK: “CULTURAL CITIZENSHIP”*
– Workshop untuk masyarakat lokal dan pengunjung
– Kelas master dengan empu tradisi
– Pertunjukan seni setiap malam di situs
– Tur interpretatif dengan narasi kontemporer
Tema Strategis Perhelatan**
### *Edisi Pertama (2025): “RECONCILING WORLDS: Ancient Wisdom for Planetary Crisis”*
– Fokus: Peran kearifan tradisional dalam krisis iklim dan disrupsi teknologi
– Lokasi: Borobudur dan kompleks sekitarnya
– Mitra utama: UNESCO, World Bank, World Economic Forum
### *Edisi Kedua (2026): “THE OCEAN’S MEMORY: Maritime Heritage as Future Diplomacy”*
– Fokus: Warisan maritim sebagai fondasi tata kelola samudera masa depan
– Lokasi: Beberapa situs pesisir dan kepulauan
– Mitra utama: IUCN, ASEAN, negara-negara kepulauan
### *Edisi Ketiga (2027): “MOUNTAINS OF KNOWLEDGE: Indigenous Cosmology in the Age of AI”*
– Fokus: Kosmologi masyarakat adat dan kecerdasan buatan
– Lokasi: Kawasan budaya pegunungan (Toraja, Bali, dll)
– Mitra utama: MIT Media Lab, masyarakat adat global
Model Partisipasi & Akses**
### *Level 1: STRATEGIC DELEGATES*
– 500 undangan khusus untuk pembuat kebijakan, investor, pemikir
– Akses penuh ke semua sesi tertutup dan eksklusif
– Paket premium termasuk akomodasi dan transportasi khusus
– Kontribusi: $5.000 per orang (sebagian disubsidi untuk negara berkembang)
### *Level 2: PROFESSIONAL PARTICIPANTS*
– 2.000 tiket berbayar untuk profesional, akademisi, praktisi
– Akses ke festival pemikiran dan pameran
– Kesempatan networking terkurasi
– Biaya: $500 – $1.000 (early bird dan diskon kelompok)
### *Level 3: PUBLIC & COMMUNITY*
– 10.000 tiket gratis melalui registrasi online
– Akses terbatas ke area publik, pameran, pertunjukan
– Program khusus untuk masyarakat lokal dan pelajar
– Subsidi penuh dari sponsor dan pemerintah
### *Level 4: DIGITAL GLOBAL AUDIENCE*
– Live streaming 50+ sesi utama
– Platform interaktif untuk partisipasi virtual
– Komunitas online pra- dan pasca-event
– Gratis dengan registrasi
Ekonomi & Keberlanjutan**
### *Model Pendanaan:*
– *30%*: Corporate sponsorship dan partnership
– *25%*: Government grants (pusat dan daerah)
– *20%*: Participant fees (delegasi berbayar)
– *15%*: International development funds
– *10%*: Social enterprise dan merchandise
### *Dampak Ekonomi (per edisi):*
– Menciptakan 2.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung
– Menggerakkan ekonomi lokal senilai $15-20 juta
– Meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas 300%
– Membangun 50 usaha mikro baru berbasis budaya
### *Keberlanjutan Lingkungan:*
– Event carbon-neutral dengan offset penuh
– Zero-waste management system
– Penggunaan energi terbarukan 100%
– Protokol pelestarian situs yang ketat
Jaringan & Kolaborasi Global**
### *Mitra Strategis:*
– *UNESCO World Heritage Centre*: Legitimasi dan jaringan warisan dunia
– *World Economic Forum*: Akses ke komunitas pemimpin global
– *TED Conferences*: Kemitraan konten dan kurasi pembicara
– *Global Heritage Fund*: Keahlian preservasi dan pengembangan
– *ASEAN Secretariat*: Jaringan regional dan diplomasi
### *Mitra Implementasi:*
– *Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi*
– *Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif*
– *Kementerian Luar Negeri*
– *Pemerintah Daerah* (Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dll)
– *PT Taman Wisata Candi Borobudur*
### *Mitra Media & Komunikasi:*
– *Al Jazeera*: Jangkauan global Global South
– *BBC Culture*: Audien internasional berkualitas
– *National Geographic*: Storytelling warisan budaya
– *Media nasional dan lokal*: Jangkauan domestik
—
Outcome & Warisan**
### *Output Langsung:*
1. *”Borobudur Process”* – mekanisme dialog tahunan yang berlanjut
2. *”Nusantara Policy Papers”* – rekomendasi kebijakan dari setiap tematik
3. *”Global Heritage Innovation Fund”* – dana abadi untuk inovasi warisan
4. *”Cultural Diplomacy Network”* – komunitas praktisi yang berkelanjutan
### *Outcome Jangka Menengah (3 tahun):*
– Indonesia menjadi tuan rumah tetap dialog peradaban dunia
– Peningkatan signifikan dalam indeks soft power Indonesia
– Lahirnya 100+ inisiatif konkret dari pertemuan
– Penguatan posisi Indonesia di UNESCO dan badan budaya dunia
### *Impact Jangka Panjang (10 tahun):*
– Transformasi situs warisan dari objek pariwisata menjadi subjek diplomasi
– Terbangunnya reputasi Indonesia sebagai “negara pemikir” (thinking nation)
– Konvergensi antara preservasi budaya dan inovasi teknologi
– Lahirnya generasi baru diplomat budaya Indonesia
Rencana Implementasi**
### *Fase Persiapan (12 bulan sebelum event):*
– Pembentukan steering committee internasional
– Kurasi pembicara dan delegasi
– Pengembangan platform digital
– Engagement dengan masyarakat lokal
– Penyusunan protokol preservasi situs
### *Fase Eksekusi (event 7 hari):*
– Hari 1-2: Strategic leaders dialogue (tertutup)
– Hari 3-5: Public festival dan hackathon
– Hari 6: Creative economy forum
– Hari 7: Plenary dan deklarasi penutup
### *Fase Pasca-Event (6 bulan setelah):*
– Publikasi outcome dan follow-up actions
– Pembentukan working groups tematik
– Persiapan edisi berikutnya
– Evaluasi dampak komprehensif
Pengelolaan & Tata Kelola**
### *Steering Committee:*
– Ketua: Mantan menteri/figur internasional di bidang budaya
– Anggota: 15 orang mewakili pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat sipil
– Dewan Penasihat: 7 tokoh global di bidang kebudayaan, diplomasi, inovasi
### *Tim Eksekutif:*
– Direktur Eksekutif: Profesional dengan pengalaman event internasional
– 5 Direktur (Kurasi, Produksi, Partnership, Komunikasi, Keberlanjutan)
– Tim inti 30 orang, ditambah 500+ relawan
### *Prinsip Tata Kelola:*
– Transparansi finansial penuh
– Inklusivitas dan aksesibilitas
– Kepatuhan terhadap regulasi warisan budaya
– Audit independen untuk semua aspek
Penutup
*Agora Nusantara* bukan sekadar event, tetapi *gerakan kebudayaan* yang menempatkan Indonesia di pusat percakapan global tentang masa depan peradaban. Dengan memanfaatkan kekuatan moral warisan dunia, kami menciptakan ruang di mana batu-batu candi tidak hanya bercerita tentang kejayaan masa lalu, tetapi juga *menjadi panggung untuk merancang kejayaan masa depan*.
Melalui pertemuan antara tradisi dan inovasi, antara lokal dan global, antara spiritualitas dan rasionalitas, Agora Nusantara akan menunjukkan kepada dunia bahwa *jawaban untuk tantangan masa depan justru ada dalam kearifan masa lalu*—dan Indonesia, dengan kekayaan peradabannya, siap menjadi tuan rumah bagi pencarian jawaban tersebut.
