Visi & Misi

Filosofi

Nama Tanhana Dharma Mangruva merujuk pada frasa dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, Tan Hana Dharma Mangrwa, yang berarti tidak ada kebenaran yang mendua atau tiada dharma (kebenaran) yang kedua. Ini adalah bagian integral dari semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Makna filosofisnya mendalam:

1.  Kesatuan Kebenaran Transenden: Meskipun terdapat keragaman ekspresi (suku, agama, budaya, bahasa), semua mengarah pada Kebenaran Hakiki yang Satu. Ini mencerminkan semangat toleransi dan harmoni sosial yang dijunjung tinggi sejak masa Majapahit.

2.  Prinsip Persatuan dalam Keragaman: Lembaga ini mengemban semangat untuk merajut perbedaan menjadi kekuatan, mencari titik temu dalam setiap perdebatan, dan membangun konsensus untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

3.  Pendekatan Holistik dan Integratif: Kebenaran strategis tidak ditemukan dalam satu disiplin atau perspektif tunggal, tetapi dalam sintesis yang harmonis dari berbagai sudut pandang—timur dan barat, tradisi dan modernitas, spiritualitas dan sains.

Lembaga ini lahir dari kesadaran bahwa dunia berada dalam titk balik peradaban (civilizational inflection point) dimana:

1.  Tatanan global lama mengalami disrupsi dan delegitimasi.

2.  Kekuasaan beralih dari kontrol materi ke kontrol kesadaran (data, algoritma, narasi).

3.  Terjadi krisis epistemik dan spiritual yang mendalam, yang memisahkan kemajuan teknis dari kebijaksanaan hidup.

Karena itu, kami adalah Laboratorium Pemikiran Strategis Holistik yang menyatukan dimensi geopolitik, ekonomi digital, teknologi, dan spiritual-etika dalam satu kerangka analisis yang koheren, dengan semangat kesatuan dalam kebijaksanaan.

Visi

Menjadi Arsitek Pemikiran Strategis Terdepan yang Merajut Keragaman Global menuju Tata Dunia yang Berkeadilan, dengan Kesatuan Kebenaran sebagai Porosnya

Visi ini mengandung tiga lapis makna:

1. Merajut Keragaman: Menyatukan berbagai perspektif, budaya, dan kepentingan dalam sebuah mosaik yang harmonis, mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam skala global.
2. Tata Dunia yang Berkeadilan: Mewujudkan tatanan global yang adil, seimbang, dan berkelanjutan, di mana kemajuan material tidak mengorbankan kesejahteraan spiritual dan ekologis.
3. Kesatuan Kebenaran sebagai Poros: Mengakui bahwa di balik kompleksitas masalah kontemporer, terdapat prinsip-prinsip kebenaran universal yang dapat menjadi panduan bersama bagi umat manusia.

Misi

Ini adalah tajuk

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Ini adalah tajuk

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Ini adalah tajuk

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Ini adalah tajuk

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Misi

Untuk mencapai visi tersebut, Tanhana Dharma Mangruva memiliki lima misi inti:

1. Misi Dekonstruksi & Diagnostik (Membedah Sistem yang Ada)
– Mendekonstruksi narasi hegemonik di bidang ekonomi global, tata kelola digital, dan keamanan internasional untuk menyingkap bias kekuasaan dan epistemologi tersembunyi di dalamnya.
– Menganalisis struktur “kendali baru” (data sebagai senjata, algoritma sebagai hegemoni, fintech sebagai sistem pengawasan) dan dampaknya terhadap kedaulatan nasional dan otonomi individu.
– Memetakan kekuatan dan kelemahan dalam siklus “Chaos – Solusi – Tatanan Baru”* di kancah global dan regional, untuk mengidentifikasi peluang strategis Indonesia.

 *2. Misi Rekonstruksi & Formulasi (Membangun Alternatif)
– Merumuskan kerangka tata kelola digital nasional dan global alternatif yang berprinsip pada kedaulatan data, etika algoritma, dan kesejahteraan manusia—bukan ekstraksi dan kontrol.
– Mendesain model ekonomi pasca-ekstraktif yang mengintegrasikan kearifan ekologis lokal, ekonomi sirkular, keuangan inklusif berbasis syariah/etika, dan ketahanan rantai pasok.
– Menyusun doktrin keamanan komprehensif baru yang mencakup keamanan kognitif, ketahanan informasi, dan pertahanan siber, di samping keamanan konvensional.

 3. Misi Transmisi & Edukasi (Menyebarkan Kesadaran)
– Membangun literasi strategis di kalangan elite politik, militer, bisnis, dan masyarakat sipil tentang dinamika kekuatan abad ke-21.
– Mengadvokasi pendidikan kesadaran kritis yang menggabungkan ilmu pengetahuan kontemporer dengan filsafat ilmu, etika, dan epistemologi Nusantara/Islam untuk melawan ghazwul fikri digital.
– Menjadi jembatan dialog antara tradisi dan modernitas, antara pesantren dan Silicon Valley, antara regulator dan inovator.

 4. Misi Inkubasi & Akselerasi (Mewujudkan Konsep)
– Menginkubasi proyek percontohan (pilot projects) di bidang teknologi sesuai nilai, ekonomi biru-hijau, dan diplomasi budaya berbasis pada penelitian mendalam lembaga.
– Membentuk koalisi aktor strategis* (negara, BUMN, swasta, komunitas) untuk mengimplementasikan rekomendasi kebijakan yang transformatif.
– Mengembangkan alat simulasi dan foresight strategis berbasis AI yang dijiwai oleh kerangka maqasid syariah dan tri hita karana (keseimbangan ekologis-spiritual-sosial Bali), untuk menguji skenario kebijakan.

 5. Misi Spiritual & Etika (Menjaga Kompas Moral)
– Menanamkan prinsip “Tan Hana Dharma Mangrwa” sebagai kerangka filosofis dalam setiap analisis kebijakan, mengingatkan bahwa di balik keragaman terdapat kesatuan, dan bahwa kebenaran sejati tidak mendua.
– Menjadikan toleransi aktif, dialog, dan pencarian titik temu sebagai metode utama dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dan konflik.
– Memastikan semua produk pemikiran mengacu pada tujuan luhur (maqasid) memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta—dalam konteks kontemporer.

Semboyan

“Dari Keragaman yang Direkatkan oleh Kebenaran, Lahir Kekuatan yang Mencerahkan Peradaban